Monday, 30 March 2009

perkembangan film kartun

film kartun bisa dibilang termasuk dalam dunia audio visual. karena kita selain melihat/menontonnya, kita juga mendengar dialog bahkan soundtracknya. kalo denger kata film kartun, biasanya yang terlintas dikepala kita kalo nggak Doraemon ya Shinchan ato mungkin Mickey Mouse and friends...

Animasi pertama kali dihasilkan pada tahun 1901 dan diciptakan oleh seorang lelaki bernama Walter Disney. Ia mendirikan sebuah perusahaan yang kian lama semakin merajai dunia kartun. Perusahaan yang menjadi “rajanya animasi”, Walt Disney. Sudah ratusan film kartun yang sudah diciptakan oleh perusahaan besar ini. Akibatnya, terbentuk suatu pikiran di masyarakat, jika kita ngomongin film kartun maka kita ngomongin Disney.

Disney dalam memproduksi film kartun berbasis 2D, dimana gambarnya hanya mempunyai ukuran panjang dan lebar. gambar yang dihasilkan Disney begitu halus sehingga Disney menjadi ikon kartun yang paling terkemuka di dunia. seiring dengan berjalannya waktu, folm kartun 2D semakin banyak diproduksi perusahaan lain. sebut saja Cartoon Networks yang famous dengan Tom Jerry & Scooby Doo. lalu ada Nickelodeon yang dikenal dengan Spongebob Squarepants.

kemudian zaman yang semakin maju apalagi era globalisasi, film kartun juga mengalami pembaruan. hadirnya teknik animasi 3D membuat film kartun jadi makin "hidup". film kartun 3D pertama milik Pixar-Disney yaitu Toy Story. kemudian diikuti Dreamworks yang terkenal dengan Shrek (film 3D pertamanya adalah Antz).

apapun tekniknya, kartun apa saja tetap enak dinikmati bagi pecinta kartun........asal sesuai juga dengan umur,karena nggak semua kartun itu boleh dilihat/ditonton sama anak2. WARNING : Spongebob Squarepants, Shinchan, Detective Conan, Naruto ridak layak dironron adek2 kita yang masih kecil....tapi nggak haram kok buat kita...hahahaha..... HIDUP KARTUN!!!!! ^o^/

4 comments:

  1. bener tuwh,gag semua kartun uda layak ditonton anak2. secara gag langsung pengaruh kartun yang gag boleh ditonton mereka tu mempengaruhi perkembangan jiwa mereka. hahay....

    ReplyDelete
  2. Iya bner tuh, skrg bnyk anak2 yg gr2 srg ntn kartun yg seharusnya blum bole dton2 sm mreka, sifat dan sikapnya jd niru2in yg d kartun tu. Klo bae si gapapa, tp klo jelek kan bahaya T.T
    Kasian anak2 itu T.T

    Oya, artikelnya bgus ko XDD

    Tp kurang tuh kak, anime jpun nya krg dbahas T.T

    ReplyDelete
  3. sebenernya kartun itu lebih cocok buat sebutan animasi yang berasal dari barat, kalau dari jepang biasa disebut anime,,
    klo g cocok buat anak2 c kayaknya ksalahan stasiun tvnya yang gak mencantumkan batas umur, karena saat ditayangin di negaranya sendiri kartun2 tsb ada batas umurnya, mungkin jg pengaruh pola pikir orang tua yg menganggap kartun itu untuk anak2, jd selama yg dtonton itu kartun orang tua gk terlalu ngawasin,,

    ReplyDelete
  4. kartun sekarang uda gag cuma buat anak kecil ea....
    tapi masih banyak orang beranggapan kartun itu buat anak2....
    jadina kalo ada orang nonton kartun dibilang childish...
    padahal nggak juga....
    tapi bikin kartun emang susah....
    bikin gambar bergerak dan suaranya harus sinkron...
    gag heran deh kalo bikin film kartun budgetna besar....tapi puassssss (^_^)

    ReplyDelete