Wednesday, 9 March 2011

Bullying at School

have you ever got bullying at your school? by your FRIENDS?

this condition makes me wondering, what is friend if they live just to make you feel uncomfort in the same place?


mereka melihatmu seolah kamu itu orang paling udik sedunia, orang paling aneh sejagat raya, dan orang paling "gak lumrah" segalaksi.
padahal sama aja kan kita ama mereka?
sama-sama manusia, sama-sama makhluk ciptaan Allah, dari ras yg sama, agama sama, negara yg sama, kota yg sama, sekolah yg sama, makanan pokok yg sama. tapi kenapa perbedaan itu masih aja SENGAJA dicari?

kadang aku mencoba untuk melihat dari kacamata mereka, bagaimana mereka memandang orang seperti aku. tapi tetep aja aku nggak nemuin jawabannya.

kita gunakan Teori Jendela Johari by (Joseph Luft dan Harrington V. Ingham) :
> Open
Menggambarkan keadaan atau hal yang diketahui diri sendiri dan orang lain. Hal-hal tersebut meliputi sifat-sifat, perasaan-perasaan, dan motivasi-motivasinya.
> Blind
kondisi di mana diri sendiri tidak mengetahui tapi orang lain mengetahui.
> Hidden
kondisi di mana hanya kita yang mengetahui dan orang lain tidak mengetahui.
> Unknown
ini adalah kebalikan dari open, yaitu kondisi di mana kita dan orang lain tidak mengetahui.

bullying yang kualami tidak berupa fisik, tetapi psikis, dan itu lebih membekas. kalo make teori Jendela Johari mungkin aku ada dalam posisi Blind. karena mereka mengetahui apa yg tidak aku ketahui dalam diriku.

semakin ke depannya aku mencoba mengeksplorasi diriku sendiri. kayak semacam pake "Search" di toolbar komputer, semacam kayak discan pake antivir. aku juga minta pendapat keluarga yang notabene orang-orang terdekatku. tapi aku tetap tak menemukan "kesalahan" yang membuatku mengalami bullying psikis di sekolah. pola pikir kami tak sama.

aku mengalami bullying sejak SD sampe sekarang, kuliah. rata-rata karena fashion sense aku. kalo dulu pas SD aku dirasani (diomongin dr belakang) karena aku kuper, ke sekolah dengan tampilan : seragam, rambut dikuncir atau dikepang. memang ada yg salah? masih SD juga.
oke, mungkin karena pengaruh dari eyang uti aku yg memang eranya old school (nah, sekarang malah jadi tren). Atau karena aku lambat update info terbaru di TV. aku punya keluarga yg sangat mementingkan pendidikan dan mereka tahu sejauh apa kemampuanku. mereka tahu kalo aku terlalu banyak di depan TV jelas aku jadi males belajar.

SMP aku nggak mengalami itu. but it was happened again when I was at first class in high school.
cuma di sekolah aja lho, sama-sama pake seragam, kenapa suka mempermasalahkan? emang di sekolah harus dandan banget? kalo dandan dikit malah dibilang norak. sometimes aku nggak ngerti jalan pikiran mereka itu kayak apa, gimana caranya menyelaraskan dengan jalan pikiran mereka sehingga aku bisa "sama" kayak mereka.
untungnya rata-rata yang suka ngolokin dan ngomongin aku di belakangku nggak satu kelas sama aku di kelas penjurusan SMA.

poor me, it's happen again to me right now. dunia perkuliahan yang membebaskan mahasiswanya berpakaian asal tetap rapi dan sopan, tetapi jurusanku bisa dibilang jurusan paling modis. karena selain otak kita juga mengutamakan penampilan karena kita bergerak di bidang komunikasi. tapi tetap saja jadi masalah buatku karena ideologi dan pemahaman kami dalam fashion berbeda. entah kenapa mereka selalu melihat pakaian yg kukenakan selalu nggak pantes dan mereka akan diam kalo aku cuma pake kaos, jeans dan cardigan.

Where's the freedom? bahkan hukum pun masih bisa dianggap dan dibuat fleksibel. sesuatu yang padat bisa dibuat menjadi gel, tak pasti.
perbedaan dalam berbagai kesamaan yang ada di dunia hanyalah interpretasi masing-masing orang. tetapi itu adalah hal yang wajar. Allah menciptakan segala sesuatunya berbeda untuk dikenal, bukan untuk kemudian dianggap negatif dan dibesar-besarkan padahal hanya sesuatu yang tak penting.

Fashion is identity. setiap orang berhak menunjukkan dirinya dalam simbol-simbol dan medianya adalah fashion. masih banyak hal penting untuk dipikirkan daripada mencibiri penampilan orang.

dan apabila menemukan kekurangan dari orang lain apalagi orang itu adalah TEMANMU, belajarlah untuk memberitahunya dan bukannya menggosipi dia dan menjauhinya, hanya menampilkan senyuman ketika ketemu sekilas, tetapi menunjukkan tatapan dingin dan tak bersahabat ketika ia meminta untuk bergabung dalam kelompokmu.

that's why I like to work alone than in group, although it doesn't matter for me if I work in group as long as in the group that accept whoever I am.

1 comment:

  1. wuaaah, ada yg lagi galau kaya'y #hassle
    mm.. waktu esde aku dulu sempet lho dikucilkan, tp aku lupa kenapa waktu itu aku dikucilkan, cuma beberapa hari doang sih, tp so annoying banget ya.

    btw, yg sekelas ma km skrg ada ngga yg deket ma km? 1 ato 2 org gt? kalopun ngga ada yg deket ma km, pernah ngga km cb tny langsung ke mereka salah km apa mpe mereka ky gt ke km?
    kalo ngga ada yg jawab brati mereka pecundang smua.
    imho, kalo cm mslh fashion sih ya, ky'y ga perlu terlalu dibesar2in deh, yg penting kan kemampuan berpikir kita, yg penting kita nyaman mo pake baju apa lah, pake sepatu apa lah.
    ya mgkn temen2mu beda pemikiran kali ya, cara berpikir'y msi terlalu kolot.
    klo aku sih termasuk orang yg ga peduli ma penampilan orang, klo dy nyambung diajak ngobrol ya oke2 aja.
    beuh, knp komenku jd byk gini o.O
    inti'y coba tny ke salah satu dr mereka deh, wish the best for you :-*
    gudlak!

    ReplyDelete