Wednesday, 5 October 2011

Make-Up and Saying "I Love You"

baru saja membaca status Facebook teman tentang pesan dari sebuah acara di televisi swasta. Bunyinya (lebih tepatnya tulisannya) begini :

pria jatuh cinta dari apa yang dilihat dan wanita jatuh cinta dari apa yang di dengar.


dan dia berkomentar : jadi, buat para wanita tetaplah berdandan dan buat para pria ucapkan sayang dan kata-kata indah pada pasangan anda.

statement itu bisa berarti dua, biar pasangan makin sayang atau justru membohongi pasangan.
penjelasannya begini. para wanita tetap berdandan, biar dimata pasangannya (cowok pastinya) dia tetap terlihat cantik menawan, tanpa cela. Dan buat cowok, teruslah bilang sayang dan memuji-muji pacarnya biar si cewek nggak ngambekan.

tapi bisa terjadi pula, make up adalah sesuatu yang dipakai untuk menutupi kekurangan, bahkan bisa membuat orang tampil sangat beda dari aslinya. Para wanita yang ketakutan cenderung menggunakan make up berlebihan untuk menutupi kekurangannya. hey, cowok kalo udah bener-bener sayang sama kamu, mau kamu jerawatan pun dia nggak peduli. Karena dia sendiri pun juga ingin diterima apa adanya. Teman saya yg lain pun pernah ngetwit : "ngapain sih para cewek itu pake dandan segala, toh para cowok itu suka mereka nggak pake apa2"
nggak pake apa-apa di sini maksudnya bukan naked loh ya, maksudnya jelas si cowok suka kalo cewek tampil apa adanya dia.
dan cowok yang sering bilang sayang. It's alright kalo itu ditujukan buat istrinya. Dan benar-benar tulus dari hatinya. Tapi kalo masih pacaran, cowok yang sering banget bilang sayang itu bisa dua sisi : posesif ato gombal! Karena sebenarnya kebanyakan cowok lebih suka MENUNJUKKAN sayangnya dia daripada MENGUCAPKAN. Not every boy in the world is like Cassanova or Don Juan. Yang dengan indahnya menrangkai dan mengucapkan kata-kata semacam kau seindah bunga surga yang baru mekar di pagi hari dalam belaian embun yang menyejukkan. Emang udah pernah liat bunga di surga?

But still, I'm not ignoring make-up or even boy who saying I love you constantly. I love them both. Jujur gue tipe cewek yang suka dandan dan suka disemangati dengan kata mesra *ehem*. Cek aja make-up box gue. Mau nyari eye shadow ada, eye liner cair dan pensil ada, lipstick lipgloss ada, mascara sama penjepit bulu mata ada. Manusia juga nggak munafik pasti suka liat yang cakep-cakep dan denger yang indah-indah.

Pernah baca buku The Power of Water? Di situ ditunjukin air yang dikasih kata-kata indah macam Terima Kasih dan Alhamdulillah, hasil kristalnya bagus banget. Sedangkan yang dikasih kata-kata macam Tolol dan Bodoh hasil kristalnya amburadul. Pernah juga dikasih tau sama Almh. Eyang Putri :
ngomong halus sama ngomong kasar itu sama-sama mangap (sama-sama menghabiskan waktu), jadi mending ngomong yang bagus-bagus daripada yang jelek


Kesimpulannya, make-up dan saying I Love You constantly itu nggak apa-apa, asal dilakukan tulus tanpa kepura-puraan. Pake make-up kelamaan juga bikin kulit jerawatan =))

2 comments:

  1. Thanks for sharing ur nice thought.

    Menurutku, dandan itu bukan untuk menutupi kekurangan, tapi untuk keindahan dan penghormatan thdp diri sendiri dan orang lain. Misal, kita ngundang org ke pesta, kita-nya udah dandan rapi..entah itu dengan jilbab yang cantik, asesoris yg bagus atau mungkin hanya bedak tipis supaya garis wajah tampak rapi.. eeh tapi kok si tamunya kumel, kan bete juga spt nggak menghormati yg ngundang pesta.

    Make-up yg cocok juga nggak bikin jerawatan. Merawat wajah juga bagian dari berdandan kan? Baiknya niatkan berhias untuk keindahan dan penghormatan diri sendiri. Salam!

    ReplyDelete
  2. wah, iya juga mam. hanya saja itu tadi dari sudut pandang yang berbeda sih mam :)

    ReplyDelete