Friday, 16 December 2011

Buku, Gambar, Tulis, Aku dan Mama

Sejak kecil aku dibiasakan suka membaca. Mama langganan majalah Bobo, Papa membelikan banyak buku, Tanteku juga. Dari membaca itu imajinasiku jadi luas.
Mungkin hal itu menjadi 'bumerang' bagi Mama. Karena aku suka membaca, aku jadi ingin beli banyak buku. Buat Mama nggak masalah kalo buku yang aku inginkan itu buku pelajaran, tapi sayangnya yang ku inginkan itu buku cerita, novel, komik dan semacamnya. Menurut Mama, buku-buku seperti itu nggak bikin pintar. Dan lebih baik aku menggunakan waktu luangku untuk latihan soal matematika atau membaca buku IPA.
Waktu kecil aku suka Sailor Moon. Papa belikan aku banyak buku Sailor Moon. Dan aku tertarik untuk menggambar anime. Tapi Mama meremehkan gambarku. Katanya "gambar orang kurus".

Yah, namanya juga hobi, mau diolokin sebagaimanapun tetep aja dilakuin. Aku diam-diam suka menulis cerita meskipun kadang nggak sampai selesai. Aku masih suka menggambar di tengah-tengah kejenuhan di kelas. Aku diam-diam nyewa komik dan novel. Kalau aku punya uang sendiri aku lebih suka ke Gramedia daripada ke toko baju.

Setiap mengunjungi Tante di Jakarta atau Papa di Semarang, pulang-pulang aku pasti bawa buku, entah itu cuma satu atau dua. Bagiku buku lebih menarik daripada nongkrong di KFC atau McD. Mama memaklumi hobiku dan sebenarnya bersyukur aku lebih suka ke toko buku daripada toko lain, apalagi dugem.

Suatu hari, gara-gara ditegur petugas perpus kampus karena pake wedges, aku nulis cerpen tentang itu, sebagai bentuk pelampiasan kedongkolanku. Iseng kukirim naskah itu ke majalah. Eh, ternyata dimuat! Aku menunjukkannya pada Mama, dibaca Mama. Sejak itu Mama mendukungku. Saat aku down dengan skripsiku, Mama bilang "Nulis cerpen aja bisa, pasti nulis skripsi kamu juga bisa" =='a

Sampai sekarang Mama masih mendecak tak setuju setiap aku pulang membawa novel atau komik dari toko buku. Nggak hilang akal, aku memanfaatkan Twitter untuk ikut kuis-kuis berhadiah buku. Ketika aku menunjukkannya pada Mama, Mama bilang "Selamat" dan memujiku.

Yah, intinya, aku harus langsung ngasih bukti ke Mama biar Mama percaya bahwa aku bisa.

No comments:

Post a Comment