Wednesday, 14 December 2011

Review : Victoria and The Rogue - Meg Cabot

gara-gara nonton film The Young Victoria, aku jadi suka hunting buku atau film bersetting 1800-an :D
salah satunya buku ini. Well, nggak cuma karena settingnya 1800-an aja sih, tapi juga karena Meg Cabot yang nulis (yep, I'm the one of her biggest fan!).

Victoria yang yatim piatu ini diasuh oleh tiga pamannya di India. Karena Victoria sudah dewasa dan sudah waktunya menikah, ketiga pamannya memutuskan untuk memindahkan Victoria ke London, ke paman dan bibinya yang lain yang memang tinggal di sana. Victoria sempat keberatan, tapi akhirnya ia berangkat juga. Di perjalanan ia bertemu Captain Carstairs, kapten kapal yang ditumpanginya, yang menurutnya sangat angkuh, sombong dan kurang ajar kepadanya. Victoria juga bertemu dengan Lord Malfrey, yang menurutnya sangat sopan, romantis dan mempesona. Entah bagaimana Lord Malfrey meminangnya secara mendadak di atas kapal. Victoria yang kesal dengan perlakuan Jacob Carstairs memutuskan menerima pinangan Lord Malfrey. Keluarga Victoria di London ternyata sangat mengenal Jacob Carstairs, mereka sering mengundangnya ke rumah. Ini membuat Victoria semakin kesal dengan Carstairs dan membuat mereka sering bertengkar. Carstairs sering memperingatkan Victoria untuk berhati-hati terhadap Lord Malfrey, tapi tidak diindahkan Victoria karena ia terlanjur kesal dengan Carstairs dan menganggap Carstairs ingin menghancurkan pertunangannya.

Hingga suatu malam Victoria terjebak hujan badai bersama Lord Malfrey, kemudian Lord Malfrey menawarkan rumahnya untuk tempat berteduh Victoria sementara sampai hujan reda. Ternyata Lord Malfrey yang dibantu ibunya, berusaha 'merusak' Victoria (di Eropa kala itu, jika ada seorang gadis tidak pulang sampai malam dan ketahuan menginap di rumah tunangannya, maka gadis itu dianggap telah rusak). Victoria yang menyadari hal itu kabur dari rumah Lord Malfrey hanya dengan pakaian dalam. Ia ditolong oleh pencopet cilik yang dulu juga pernah ditolongnya. Ia menyuruh pencopet cilik itu untuk mengantarkan surat ke Carstair agar menjemputnya. Sejak itu Victoria yang sebenarnya menyukai Carstairs akhirnya jujur dan berkata bahwa ia mencintai Carstairs, Carstairs pun akhirnya melamar Victoria.


Seperti biasa, Meg Cabot selalu menyuguhkan cerita yang menarik untuk dibaca dari awal sampai akhir. Karena setting waktunya berbeda, bahasa Meg Cabot di buku ini jelas berbeda dengan bahasanya di Princess Diaries series atau dalam novel yang lain. Tapi tidak membuatnya menjadi membosankan (beberapa buku bersetting tahun 1800-an entah mengapa menjadi sangat sastra dan tutur bahasanya baku bahkan kaku). Lucu juga ternyata ada cerita cinta berawal dari benci. Makanya ya, jangan benci sama orang, nanti jadi cinta loh ^^"a

No comments:

Post a Comment