Sunday, 1 July 2012

Finding You Again - Part I

Hidupku sepertinya memang hanya untuk buku. Mencariku? Susurilah rak-rak buku di perpustakaan, atau di antara tumpukan buku baru di toko buku. Masih tak mendapatiku? Cari saja cafe dekat situ, maka kau akan mendapatiku sedang duduk di sudut, dengan buku di tangan dan secangkir kopi panas mengepul di meja hadapanku.

Tampak seperti karakter novel, eh? Novel metropop yang menyuguhkan cerita wanita perkotaan, dengan kesibukannya dan cerita cintanya. Kuakui novel-novel semacam itu agak mempengaruhiku. Bukan dari semangatnya dalam menunggu pria perlente menawarkan cinta. Tapi dari kehidupannya yang tampak menyenangkan. Mandiri, berkelas, dan klasik.

Namun aku juga tak menolak cerita berlatar Eropa abad pertengahan. Di mana korset, rok mengembang, sepatu balerina, rambut kriwil ditata apik dan payung berenda merupakan tren di masa itu. Saat pesta dansa digelar di mana-mana. Mencuri pandang pada para pemuda berjas dan bertopi tinggi. Berdansa dengan salah satu di antara mereka. Lalu saling mengirim surat, dan akhirnya menikah dengannya. Tanpa tarik ulur perkenalan yang memakan waktu dan energi seperti jaman sekarang. Segalanya terlihat elegan, berkelas, dan jelas.

Hari ini, dengan tekat bulat aku bersemangat ke toko buku. Niatku mencari buku untuk bahan risetku. Tapi berlama-lama di toko buku, meski hanya melihat-lihat tetap menjadi hobiku. Untuk yang satu ini aku lebih suka berangkat sendiri. Saat aku menemukan duniaku. Saat aku menghirup dalam-dalam aroma lembaran kertas buku baru. Membaca lima halaman awalnya. Membelai sampulnya. Tak perlu dulu uang banyak, begitu saja aku sudah senang.

Setelah menemukan buku yang aku cari, aku tak langsung ke kasir. Aku jalan-jalan dulu ke rak buku novel dan komik. Melihat-lihat novel baru. Membaca sekilas buku yang segelnya sudah terbuka. Saat melintasi rak buku komik mendadak kakiku mengerem. Ada aroma familier menguar di daerah itu. Bukan aroma buku baru. Tapi aroma yang aku rindu.

continued at Finding You Again - part II

No comments:

Post a Comment