Friday, 16 January 2015

Boys vs Makeup, Never Ending Stories

I love makeup. Does it makes a problem?

My post today on Plurk gave a lot of responds by my friends. Awalnya beberapa temen cewek menyukai tampilan saya pagi ini dari foto selfie yang saya share, violet eyeliner plus lipstick warna soft violet. Dan kemudian ada salah satu temen cowok saya yang berkomentar "semoga anak-anak SMP gak niruin dandanan kamu buat ke sekolah". Komentar ini menimbulkan reaksi dari teman-teman cewek saya yang mostly loves makeup. Some of them gave another comment on my Plurk, some of them made another post on their Plurk. Well, anak-anak SMP, khususnya yang tinggalnya di daerah kabupaten atau kota kecil macam Blitar, pastinya bakal mikir berjuta-juta kali untuk pake makeup kayak saya. Pake lipbalm tanpa warna pun sepertinya cuma satu banding seribu di sini. Meskipun pekerjaan saya berhubungan langsung dengan anak-anak sekolah, mereka pastinya akan lebih konsentrasi dengan materi yang saya sampaikan daripada makeup yang saya kenakan. Kalaupun mereka aware, mereka cukup bisik-bisik dan cekikikan saja dengan teman-temannya dan pemikiran mereka tentang makeup akan teralihkan begitu materi dimulai. Saya pikir, apapun makeup yang saya kenakan, nggak akan berdampak langsung dan besar ke anak-anak sekolah yang bahkan mereka mungkin nggak pernah tahu eyeliner itu apa.

Pandangan bahwa cewek pake makeup untuk menarik perhatian cowok ternyata masih ada di pikiran banyak cowok (yang oleh teman saya disebut "cowok konservatif"). Padahal sekarang ini, cewek-cewek yang menyukai makeup karena memang mereka menyukainya. It's a natural thing for girls to love makeup. Sama seperti cowok yang menyukai olah raga atau otomotif. We wear makeup for ourselves, and we love makeup because we are a girl. Some of the guys keep complaining why the girls doesn't understand their hobbies. Well, then, the girls will keep complaining too why the boys doesn't understand their crush on makeup.

Saya perhatikan, cewek yang paling males dandan pun tetap butuh makeup untuk kesehariannya. Minimal bedak dan lipbalm. Even 'no-makeup makeup' needs some steps, some tools, and some products to achieve it.
Kita pake makeup karena kita juga menghargai lawan bicara kita, bukan? Contohnya untuk di kantor. Akan sama sekali nggak lucu kalau kita menghadapi klien atau meeting dengan tampang awut-awutan. Setidaknya kita pasti ingin terlihat fresh dengan makeup minimalis.

Yang menjadi perdebatan cukup panas itu kalau makeup disambung-sambung dengan kemampuan otak. Some people out there beranggapan cewek yang pikirannya makeup terus itu karena dia nggak pinter dalam hal akademik. Is it "Mean Girls" movie or what? Look Emma Watson yang akademis dan karir fashionnya seimbang. Akan sangat tidak adil jika kesukaan seseorang terhadap makeup dibandingkan dengan isi otaknya.

Some guys out there doesn't have any problem with their girlfriend's makeup, even if the makeup looks so bold (even for some girls would think about it to wear it like it is) and I wondering whyyyyyy this kind of guys have a little population in this world? We need more like this!! And lucky you, girls, who has a boyfie like this.

Talking about the boys doesn't understand girls hobbies and vice versa is kind of never ending stories. Complaining, it's okay. Judging, better you ask yourself how if it happens to you.

1 comment: