Friday, 25 March 2011

My Trully Friends, d'Phoenix

how could I forgot to write about them????

meet my friends, d'Phoenix. we call ourself like that according to Harry Potter. Yes, we LOOOOOVE Harry Potter. Harry Potter connected us for years to years.

We met at Harry Potter's chat room at Mig33, chatting application. Most of us were in a same age but some of us are younger and older. But it doesn't matter. we have a lot of similiarity besides Harry Potter. and some of us were in a same place.

After years to years, we always connected not only at Mig33 but also in Friendster, Facebook, Twitter, and Plurk! And some of us (mostly in a same place) have met and have fun!

we share anything. Life, love, hobbies, experience, a little things. Anything. There's no space between us.

here some picture of me with them who stayed at Jakarta when I got my shocking trip there :


and this is the other d'Phoenix member :



and this video clip I made dedicated to them :


I'm so proud to have them. I can tell and share anything with them. One I proud about them, they never care from where you are and who you are. As long as you never make a trouble. They accepted me whoever I am. They are my trully friends.... :)

I miss you, dad...

I just watching What a Girl Want, Confession of Shopppaholic and The Sisterhood of the Traveling Pants 2. Firstly I want to watch them because I want to know about their fashion sense. But after watched them a lot, I just realize something. I just realize how much I miss my dad. For years to years, I'm too arrogant to admit that I love him too.

Since I was a little girl,I rarely met my dad because he worked far away from my house. He just can went home as much as five a year. And after my parents divorced, practiced I just met my father once a year and it's not every year. Our relationship is so complicated. But my mother always reminds me that my father's still alive and loves me.

every morning, he always send me message just to say "Good Morning". and everyweek he always ask me am I go home or not. My mother always say that I definitely like him. My hair, my skin, my eyes, my nose, my smile, how I walk, how I do something, how emotional I am. and I always proud to know and hear that.

actualy, we love each other but we both don't know how to express our feeling. but deep in my heart I love him as much as I love my mom. and I promise I will meet him once I have a time.

Monday, 14 March 2011

Mother's Story

Actually, I've planed to go back to Malang this morning with the first train. But suddenly, my uncle woke me up and said that my mom is sick and will go to hospital!
I asked her what happen and she said that she didn't know. The only think she knew was she must go to hospital.
Fiuh, I'm thankfuly to Allah for bless her and us all the time. Now I accompany her untill she get better and go home. Friends, please pray for my mom. Thank's!

Thursday, 10 March 2011

I'm NOT Alone

after I posted "Bullying at School" last night, I asked my friends to read it and I asked at Chictopia's forum. Then I got a lot of surprised and powerful answers which gives me a BIG power to face them who don't like my style or even "something" inside of me. And after read their opinion, I really and more realized that I'm not alone, and this is what called FRIENDS. No matter who you are, no matter from where you are, they accept you whoever you are and gives you opinion that makes you grow up together. Love you, friends :)

this that makes me strong :

comment on my plurk
comment on my friend's plurk, Sheila
what they say in Chictopia's Forum

Wednesday, 9 March 2011

Project Fashion - Jasmine Oliver





dari tiga seri buku ini aku cuma punya satu yang warna pink T.T
buku ini aku beli di Gramedia Matraman pas lagi flash holiday kemaren. aku dapet buku ini di bagian buku impor yang lagi diskon (YES!! IT'S IN ENGLISH, GUYS!).
dan aku suuuuuka buku ini. soalnya nyeritain tentang mahasiswa fashion college sih :3
ceritanya (yang di buku Armani Angels) tentang tiga mahasiswi fashion college yang bersahabat. di tengah kesibukan kuliah dan tugas-tugasnya, masing-masing dapet masalah pribadi. Marina yang ngambil side job karena tagihan kartu kreditnya dan pacaran sama Rob, Frankie yang ngambil side job jadi model dan sempat ditipu cowok Belanda bernama Wim, dan Sinead yang gak sengaja putus sama Travis padahal Travis masih sayang sama dia. Frankie sempat bertengkar sama Marina dan Sinead karena mereka bilang mereka ngeliat Wim jalan bahkan nginap sama cewek lain. Tapi kemudian Frankie melihat sendiri Wim jalan sama cewek lain dan persahabatan mereka kembali harmonis. Ceritanya teenlit banget! dan aku berharap buku-buku ini diterjemahin sama Gramedia as soon as possible. :)

Life on The Refrigerator Door - Alice Kuipers



buku ini aku beli karena menceritakan tentang hubungan antara seorang cewek dengan ibunya yang sibuk. aku merasa satu pengalaman sama Claire, sama-sama ber-ibu yang sibuk. Claire berkomunikasi dengan ibunya dengan saling menempel pesan di pintu kulkas. mengingatkan masak, ijin kerja, dsb. hubungan dan emosi antara mereka terbangun dari pesan-pesan kecil di pintu kulkas. bahkan sampai sang ibu menderita kenker payudara, hubungan mereka tak pernah merenggang meskipun jarang sekali tatap muka. Claire kadang suka sebal sama ibunya kalau ibunya tak bisa datang di acara penting Claire di sekolah. tetapi ia tetap menyayangi ibunya. sayangnya di akhir cerita ibu Claire meninggal.

awalnya aku memang suka sebel sama Mama yang rasanya sehari itu kerja terus. berangkat pagi pulang sore, itupun cuma mandi dan makan kemudian pergi lagi, acara alumni SMA lah, rapat desa lah, apa lah. tapi setelah membaca buku ini aku bersyukuuuuur banget bahwa aku masih lebih beruntung dari Claire. aku masih bisa ketemu Mama, ngobrol sama Mama, dan yang paling penting Mama dalam keadaan sehat wal'afiat! Love you, Mom :)

Bullying at School

have you ever got bullying at your school? by your FRIENDS?

this condition makes me wondering, what is friend if they live just to make you feel uncomfort in the same place?


mereka melihatmu seolah kamu itu orang paling udik sedunia, orang paling aneh sejagat raya, dan orang paling "gak lumrah" segalaksi.
padahal sama aja kan kita ama mereka?
sama-sama manusia, sama-sama makhluk ciptaan Allah, dari ras yg sama, agama sama, negara yg sama, kota yg sama, sekolah yg sama, makanan pokok yg sama. tapi kenapa perbedaan itu masih aja SENGAJA dicari?

kadang aku mencoba untuk melihat dari kacamata mereka, bagaimana mereka memandang orang seperti aku. tapi tetep aja aku nggak nemuin jawabannya.

kita gunakan Teori Jendela Johari by (Joseph Luft dan Harrington V. Ingham) :
> Open
Menggambarkan keadaan atau hal yang diketahui diri sendiri dan orang lain. Hal-hal tersebut meliputi sifat-sifat, perasaan-perasaan, dan motivasi-motivasinya.
> Blind
kondisi di mana diri sendiri tidak mengetahui tapi orang lain mengetahui.
> Hidden
kondisi di mana hanya kita yang mengetahui dan orang lain tidak mengetahui.
> Unknown
ini adalah kebalikan dari open, yaitu kondisi di mana kita dan orang lain tidak mengetahui.

bullying yang kualami tidak berupa fisik, tetapi psikis, dan itu lebih membekas. kalo make teori Jendela Johari mungkin aku ada dalam posisi Blind. karena mereka mengetahui apa yg tidak aku ketahui dalam diriku.

semakin ke depannya aku mencoba mengeksplorasi diriku sendiri. kayak semacam pake "Search" di toolbar komputer, semacam kayak discan pake antivir. aku juga minta pendapat keluarga yang notabene orang-orang terdekatku. tapi aku tetap tak menemukan "kesalahan" yang membuatku mengalami bullying psikis di sekolah. pola pikir kami tak sama.

aku mengalami bullying sejak SD sampe sekarang, kuliah. rata-rata karena fashion sense aku. kalo dulu pas SD aku dirasani (diomongin dr belakang) karena aku kuper, ke sekolah dengan tampilan : seragam, rambut dikuncir atau dikepang. memang ada yg salah? masih SD juga.
oke, mungkin karena pengaruh dari eyang uti aku yg memang eranya old school (nah, sekarang malah jadi tren). Atau karena aku lambat update info terbaru di TV. aku punya keluarga yg sangat mementingkan pendidikan dan mereka tahu sejauh apa kemampuanku. mereka tahu kalo aku terlalu banyak di depan TV jelas aku jadi males belajar.

SMP aku nggak mengalami itu. but it was happened again when I was at first class in high school.
cuma di sekolah aja lho, sama-sama pake seragam, kenapa suka mempermasalahkan? emang di sekolah harus dandan banget? kalo dandan dikit malah dibilang norak. sometimes aku nggak ngerti jalan pikiran mereka itu kayak apa, gimana caranya menyelaraskan dengan jalan pikiran mereka sehingga aku bisa "sama" kayak mereka.
untungnya rata-rata yang suka ngolokin dan ngomongin aku di belakangku nggak satu kelas sama aku di kelas penjurusan SMA.

poor me, it's happen again to me right now. dunia perkuliahan yang membebaskan mahasiswanya berpakaian asal tetap rapi dan sopan, tetapi jurusanku bisa dibilang jurusan paling modis. karena selain otak kita juga mengutamakan penampilan karena kita bergerak di bidang komunikasi. tapi tetap saja jadi masalah buatku karena ideologi dan pemahaman kami dalam fashion berbeda. entah kenapa mereka selalu melihat pakaian yg kukenakan selalu nggak pantes dan mereka akan diam kalo aku cuma pake kaos, jeans dan cardigan.

Where's the freedom? bahkan hukum pun masih bisa dianggap dan dibuat fleksibel. sesuatu yang padat bisa dibuat menjadi gel, tak pasti.
perbedaan dalam berbagai kesamaan yang ada di dunia hanyalah interpretasi masing-masing orang. tetapi itu adalah hal yang wajar. Allah menciptakan segala sesuatunya berbeda untuk dikenal, bukan untuk kemudian dianggap negatif dan dibesar-besarkan padahal hanya sesuatu yang tak penting.

Fashion is identity. setiap orang berhak menunjukkan dirinya dalam simbol-simbol dan medianya adalah fashion. masih banyak hal penting untuk dipikirkan daripada mencibiri penampilan orang.

dan apabila menemukan kekurangan dari orang lain apalagi orang itu adalah TEMANMU, belajarlah untuk memberitahunya dan bukannya menggosipi dia dan menjauhinya, hanya menampilkan senyuman ketika ketemu sekilas, tetapi menunjukkan tatapan dingin dan tak bersahabat ketika ia meminta untuk bergabung dalam kelompokmu.

that's why I like to work alone than in group, although it doesn't matter for me if I work in group as long as in the group that accept whoever I am.